Blog Cover

Kenapa Harus Belajar SBMPTN dari Sekarang ?

11 September 2019

Bagi kalian yang sedang duduk di kelas 12, mungkin masih galau dalam memilih kampus dan jurusan setelah tamat sekolah. Hal tersebut wajar mengingat pilihan kalian akan dua hal tersebut akan turut berperan bagi masa depan kalian. Seperti diketahui banyak orang bahwa untuk masuk PTN terdapat tiga jalur, yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Jalur SNMPTN dan SBMPTN merupakan jalur yang paling diminati mengingat tidak adanya uang pangkal bagi mahasiswa yang lolos melalui jalur tersebut.

SNMPTN bisa dibilang merupakan jalur yang paling ‘nyaman’ karena tidak diperlukan tes untuk lolos jalur tersebut. Namun, yang perlu diperhatikan adalah nilai rapor semester 1-5 yang mendukung untuk lolos jalur tersebut. Tidak semua siswa dapat mengikuti jalur tersebut, hanya sekian persen teratas peringkat paralel sekolah saja yang dapat mengikutinya. Kuota penerimaannya pun mengalami penurunan pada tahun lalu dari minimal 30% menjadi hanya minimal 20% untuk setiap PTN. Padahal jumlah pendaftar sebanyak 478.608 sedangkan jumlah yang diterima hanya 92.331 atau hanya 19,29% saja. Beda halnya dengan SBMPTN  yang mengalami peningkatan kuota dari minimal 30% menjadi 40% untuk setiap PTN. SBMPTN tahun ini juga berbeda dengan SBMPTN tahun sebelumnya. Kita harus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai yang dipergunakan untuk mendaftar SBMPTN. Susunan materi soal, jumlah soal, waktu pengerjaan, teknis pengerjaan, bahkan jenis tipe soal juga mengalami perbedaan yang sangat signifikan. Jumlah pendaftar SBMPTN sebanyak 714.652 peserta dan yang lolos 168.742 peserta atau sekitar 23,6% yang lolos. Hal ini menandakan diperlukannya bagi setiap siswa untuk mempersiapkan belajar SBMPTN sedini mungkin. Hal itu juga menguntungkan siswa untuk mempersiapkan ujian mandiri dikarenakan test mandiri memiliki dasar-dasar yang sama dengan tes SBMPTN.

Belajar untuk SBMPTN tidak sama dengan belajar untuk ujian atau ulangan biasa yang dilaksanakan di sekolah. Dibutuhkan basic skill yang sangat memadai untuk mulus dalam proses belajar. Hal ini dikarenakan soal yang diujikan lebih menekankan penguasaan kemampuan dasar dan kreativitas tinggi. Untuk kalian yang belum menguasai beberapa materi dasar seperti vektor, persamaan kuadrat, ilmu ekonomi, supply and demand, sebaiknya secepatnya untuk mempelajari materi tersebut. Dibutuhkan juga drilling soal-soal latihan untuk memantapkan kemampuan kalian. Tryout-tryout juga diperlukan untuk membiasakan diri dan mengevaluasi dengan gambaran seperti saat ujian. Untuk latihan soal dan tryout kalian dapat liat-liat di zeniora.education/zenito. Untuk yang kelas 12 bersiap-siap ya, karena saat semester 6 kalian akan menghadapi berbagai macam ujian. Mulai dari ujian praktek,uji coba ujian-ujian UASBN,UN,dll yang akan menguras waktu, tenaga dan pikiran kalian. Ada baiknya memulai belajar SBMPTN dimulai saat ini juga. Dicicil-cicil per materi agar tidak jenuh, toh, terbiasa dalam mengerjakan soal-soal dengan kesulitan yang tinggi membuatmu lebih mudah dalam mengerjakan soal-soal ujian lainnya seperti UASBN dan UN. Bukan menakut-nakuti, namun kalian juga akan bersaing dengan para senior kalian yang ingin “membalaskan dendamnya” pada SBMPTN selanjutnya (khusunya para pejuang gapyear), para pejuang yang sedang menempuh kuliahnya, baik di PTN maupun PTS, adik kelas akselerasi, dll

OK, Untuk lancar dalam ber-SBMPTN hal yang perlu dilakukan :

  1. Mencoba soal SBMPTN terlebih dahulu kemudian rasakan ”sensasi-nya” .
  2. Setelah itu, evaluasi materi yang belum dikuasai dengan melakukan drilling-drilling materi dan soal latihan per bab (level SBMPTN)
  3. Mengikuti tryout-tryout secara rutin untuk memantapkan kemampuan dan mental. Sebaiknya mengikuti tryout serentak yang diikuti banyak peserta untuk memudahkan dirimu beradaptasi dengan ”war zone” sesungguhnya
  4. Melakukan evaluasi dari tryout yang telah dilakukan
  5. Mendalami materi dan berlatih soal lagi untuk bab yang belum dikuasai
  6. Mengikuti tryout lagi, dan berulang untuk seterusnya

Berikut tabel tentang pengerjaan UTBK SBMPTN 2019

Komposisi Soal SBMPTN 2019

Tes Potensi Skolastik (TPS)

Saintek

Soshum

Penalaran Umum

Penalaran Umum

Pemahaman bacaan dan menulis

Pemahaman bacaan dan menulis

Pengetahuan dan pemahaman umum

Pengetahuan dan pemahaman umum

Pengetahuan kuantitatif

Pengetahuan kuantitatif

Jumlah soal = 80 soal

Waktu pengerjaan = 120 menit

Waktu pengerjaan = 120 menit

Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Saintek

Soshum

Matematika saintek

Matematika soshum

Fisika

Ekonomi

Kimia

Geografi

Biologi

Sosiologi

 

Sejarah

Jumlah soal = 80 soal

Jumlah soal = 100 soal

Waktu pengerjaan = 90 menit

Waktu pengerjaan = 90 menit

 

Dapat dilihat melalui tabel diatas bahwa dalam TPS terdapat beberapa tes yang menguji kemampuan literasi kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita juga mempersiapkannya dengan rajin membaca buku,jurnal,artikel,dll. Cukup membaca 30 menit per hari akan membantu kita untuk meningkatkan skill pemahaman kita akan bacaan, dan pemahaman umum kita. Pemahaman kuantitatif untuk SBMPTN tahun ini juga berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Dibutuhkan lebih banyak “imajinasi” dan kreativitas untuk mengerjakan soal pada bagian ini. Kalian juga dapat melatih kemampuan kalian di bagian ini melalui permainan Math Riddle yang dapat kalian unduh di Playstore.

Hal yang dapat ditekankan pula dalam UTBK SBMPTN tahun ini adalah variasi soal yang beragam dan rata-rata membutuhkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dari suatu materi dan pengerjaan soal yang dibagi per komponen/mapel. Jadi jika sebelum 2019 soal SBMPTN dapat dikerjakan secara acak dan dapat “distrategikan” dengan fokus mengerjakan di bagian yang paling dikuasai atau sebagainya.Namun, pada UTBK SBMPTN 2019, hal tersebut tidak dapat dilakukan. Peserta mengerjakan soal ujian sesuai dengan urutan (tidak dapat memprioritaskan pengerjaan soal).Jadi, peserta ujian secara tak langsung “dipaksa”  untuk dapat menguasai seluruh materi yang diujikan dengan baik.

Hendaknya kita belajar SBMPTN dari sekarang, mengingat bahwa mendapatkan nilai UTBK SBMPTN tidak dapat dicapai dengan Sistem Kebut Semalam. Diperlukan kesabaran, kesungguhan, dan konsistensi untuk sukses dalam SBMPTN. Namun, tidak perlu dibawa beban, dibawa santuy aja karena otak kita lebih mudah menerima pelajaran jika tidak stress dan yang perlu diingat adalah bahwa saat kita belajar, yang kita tuju hendaknya bukanlah agar kita masuk PTN dll. Namun yang seharusnya kita tanamkan pada benak kita adalah bahwa saat belajar, tujuan kita adalah untuk meng-upgrade diri kita untuk menjadi lebih baik dalam berpikir, bertindak, bersosialisasi,dll. Belajar SBMPTN hanya salah satu wadah untuk melatih kita berpikir rasional, kreatif, melatih kemandirian, dll. Sebaiknya kita menganggap bahwa belajar adalah kebutuhan dan kesenangan. Justru hendaknya kita memanfaatkan momentum ini untuk menjadi lebih baik dalam artian kita dapat menyempurnakan lagi skill materi-materi yang belum dikuasai sepenuhnya dan melatih kekuatan mental karena dibutuhkan fokus dan dedikasi yang konsisten untuk sukses lolos SBMPTN, terlebih lagi untuk para pejuang SBMPTN yang sedang menempuh kuliah (ikut lagi tahun depan). Keseimbangan dalam mengatur waktu, daya tahan tubuh dan pikiran akan menjadi vital peranannya. Oleh karena itu, hendaknya kita semua menyeimbangkan antara belajar,rekreasi, dan olahraga agar hasilnya maksimal.

 

Sekian, semoga bermanfaat :)

Share :

Rekomendasi Artikel