Ingin Jadi Pekerja Sosial? Berikut Pilihan Jurusan yang Bisa Kamu Ambil

28 September 2021

Blog Cover

Penulis: R. Moch. Khoiruddin

 

Sewaktu kecil ketika ditanya apa impianmu, mungkin ada di antara kamu yang menjawab ingin menjadi pahlawan super. Alasannya sederhana karena kamu ingin membantu orang-orang. Tentu, impian semacam itu sulit terwujud karena kamu butuh kekuatan super.

 

Namun, jika kamu ingin bekerja sembari menolong orang-orang maka kamu bisa memilih karir sebagai pekerja sosial. Profesi ini bekerja untuk membantu keluarga kurang mampu untuk mengakses layanan sosial, mendukung anak-anak yang di-bully disekolah, dan mengadvokasi orang dengan masalah kesehatan.

 

Pengertian Pekerja Sosial

pexels-sarwer-e-kainat-welfare-3996734.jpg

Sumber: www.pexels.com

 

Pekerja sosial adalah profesi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membantu orang serta komunitas dalam memenuhi kebutuhan dasar. Pekerja sosial bekerja dengan beragam komunitas dan tipe orang yang berbeda, namun diutamakan pada mereka yang rentan, tertindas, dan hidup dalam kemiskinan.

 

Pekerjaan ini biasanya dipandang sebagai panggilan hidup, di mana mereka berupaya untuk memberdayakan kelompok rentan tadi. Orang-orang yang bekerja menjadi pekerja sosial acap kali digambarkan sebagai orang yang altruistik, penyayang, memiliki kecerdasan emosial  dan sensitif pada persoalan budaya.

 

Umumnya pekerja sosial menghabiskan hari-hari mereka dengan membantu kelompok tadi untuk mengatasi hambatan dan tantangan hidup seperti kemiskinan, diskriminasi, disabilitas, pengangguran atau kecanduan narkoba. Oleh karena itu, mereka membangun hubungan, mendengarkan dengan penuh perhatian kekhawatiran orang, mengidentifikasi kebutuhan dasar kelompok rentan tersebut.

 

Tak cuma itu, pada tingkat masyarakat yang lebih luas, pekerja sosial melakukan penelitian dan mengembangkan program layanan sosial untuk pemerintah setempat serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Untuk perkara ini, pekerja sosial menjadi suara dari kelompok rentan dan kekurangan tadi.

 

Kamu mungkin bertanya, “apakah pekerja sosial perlu membantu semua kelompok rentan itu?”, tentu saja tidak. Pekerja sosial terbagi menjadi beberapa spesialisasi sesuai tanggung jawab dan perannya. Namun secara umum ada tiga jenis spesialisasi pekerja sosial:

 

  1. Pekerja sosial yang didedikasikan untuk membantu anak, entah itu di sekolah atau pun di keluarga. Di sini, seorang pekerja sosial bisa saja menjalin komunikasi dengan guru di sekolah untuk mengatasi bullying atau membantu merawat anak-anak dengan orang tua yang kesulitan menafkahinya. Tentu upaya ini dilakukan agar anak bisa tumbuh dengan lebih baik.
  2. Pekerja sosial untuk bidang medis yang bertujuan membantu masyarakat yang sakit parah dan yang memiliki masalah kesehatan kronis. Di sini, seorang pekerja sosial mengupayakan agar kelompok tersebut mendapatkan perawatan yang memadai entah menggunakan layanan sosial seperti BPJS atau menggalang donasi dari publik.
  3. Pekerja sosial untuk masalah kesehatan mental dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif (NAPZA). Pekerja sosial bidang ini memiliki keterampilan dalam mediagnosa dan melakukan terapi kelompok dengan masalah kesehatan mental. Tak hanya itu, mereka juga membantu dalam menemukan program rehabilitasi untuk mereka yang tergantung pada NAPZA tadi. Sebelum itu, pekerja sosial tentunya juga berperan dalam merancang program untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA tersebut.

Di luar itu, banyak spesialisasi pekerjaan sosial seperti untuk membantu perawatan kelompok lanjut usia, kelompok yang terdampak bencana sosial dan lainnya.

 

Berbagai Jurusan yang Cocok untuk Pekerja Sosial

1. Ilmu Kesejahteraan Sosial

megaphone-1381104_1920.jpg

Ilustrasi: www.pixabay.com

 

Tentu saja, jurusan yang paling menggambarkan pekerja sosial adalah ilmu kesejahteraan sosial. Jurusan ini pada dasarnya adalah ilmu terapan yang mengkaji dan merancang kebijakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui jurusan ini, kamu berkesempatan untuk belajar bagaimana mengatasi masalah sosial seperti mengurangi kemiskinan, mengupayakan kesetaraan gender, dan banyak lainnya.

 

Pada jurusan ini kamu bakal meneliti penyebab berbagai masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat. Selanjutnya, kamu bakal menerapkan hasil penelitian dan berbagai teori sosial untuk mendesain program pemberdayaan masyarakat. Di sini, kamu berpotensi bekerja sebagai mitra pemerintah dengan membuat kebijakan. Kamu juga bisa menjadi konsultan untuk perusahaan ketika merencanakan program CSR (Corporate Social Responsibility). Tak hanya itu, kamu juga bisa secara aktif bersama masyarakat mendorong kebijakan negara yang pro pada kelompok yang marjinal seperti keluarga miskin, kelompok disabilitas, kamu perempuan dan lainnya.

 

Berbagai bekal yang kamu akan kamu dapat dari jurusan ilmu kesejahteraan bakal berguna ketika menjadi pekerja sosial. Di mana kamu sudah memiliki cadangan pengetahuan dari teori dan praktek yang sudah kamu pelajari selama kuliah.

 

2. Psikologi

pexels-alex-green-5699475.jpg

Ilustrasi: www.pexels.com

 

Secara sederhana, psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia melalui kajian pada kondisi dan fungsi mental manusia. Pada dasarnya, perilaku manusia adalah persoalan yang kompleks. Psikologi, di sini, berperan untuk melihat pola umum dari perilaku manusia tersebut. Tentu, cara yang dilakukan adalah mengamati dan bereksperimen pada setiap tindakan serta interaksi yang dilakukan oleh individu. Untungnya, saat psikologi merangkul pendekatan medis sehingga dalam mempelajari perilaku manusia bisa ditelisik dari mekanisme biologis itu sendiri.

 

Nah, di Indonesia sendiri jurusan psikologi adalah jurusan sosial humaniora yang tergolong populer pada kalangan siswa SMA. Apalagi di era digital ini sudah banyak dilakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental. Kamu sudah paham betul bahwa kesehatan mental adalah salah satu fokus dari ilmu psikologi. Sementara itu, dalam bidang pekerja sosial bisa dibilang psikologi memainkan peran yang amat genting. Sebab, berbagai masalah yang dihadapi seorang bekerja sosial biasanya membutuhkan analisa tentang kondisi psikis masyarakat yang bersangkutan.

 

Tak hanya itu, bahkan terdapat salah satu fokus pekerja sosial yang khusus membutuhkan pengetahuan dan keterampilan psikologi, yakni pekerja sosial klinis. Profesi ini bertanggung jawab untuk mendiagnosa gangguan mental seseorang dan melakukan terapi terhadapnya. Selain itu, pekerja sosial klinis juga merancang program yang digunakan untuk merehabilitasi pada para korban penyalahgunaan NAPZA.

 

3. Pendidikan Anak Usia Dini

pexels-max-fischer-5212326.jpg

Ilustrasi: www.pexels.com

 

Selanjutnya, jurusan yang mungkin tidak terpikirkan olehmu, yakni pendidikan anak usia dini atau PAUD. Sejatinya, jurusan ini diadakan agar para mahasiswa siap menjadi guru dan pembimbing bagi anak-anak usia dini atau balita. Pendidikan sejak dini ini penting karena berperan penting dalam membentuk karakter dan sikap seorang anak. Terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau anak yang terlantar, peran pendidikan usia dini amat dibutuhkan.

 

Oleh karena itu, pekerja sosial yang berfokus pada masalah keluarga dan anak-anak bakal membutuhkan lulusan dari jurusan PAUD ini. Hal ini dikarenakan untuk merawat dan membimbing anak dibutuhkan seorang pendamping yang benar-benar memahami perkembangan fisik dan psikis mereka. Tak cuma itu, pekerja sosial di sini juga berperan dalam mencegah adanya diskriminasi dan bully-ing yang dilakukan antar sesama murid di sekolah. Dengan begitu, para kepala sekolah pun membutuhkan peran dari pekerja sosial atau lulusan jurusan PAUD tersebut.

 

4. Pendidikan Luar Biasa

Disabilitas.jpg

Ilustrasi: www.pexels.com

 

Jurusan yang selanjutnya adalah pendidikan luar biasa. Seperti yang kamu ketahui, jurusan ini diharapkan dapat membentuk pengajar yang memiliki keahlian dalam mendidik anak-anak disabilitas. Tentu saja lulusan bidang ini dibutuhkan dalam bidang pekerja sosial terutama ketika berkaitan dengan kelompok disabilitas. Di mana memang kelompok tersebut kerap kali mengalami diskriminasi dari masyarakat sehingga membutuhkan dukungan pemerintah melalui kebijakan tertentu untuk bisa hidup mandiri.

 

Lebih lanjut, pendidikan untuk disabilitas sangat diperlukan karena perkembangan masing-masing dari mereka yang berbeda-beda dan tergolong unik. Sehingga ketika kuliah nanti kemungkinan kamu akan mengambil salah satu spesialisasi dalam jenis disabilitas tertentu. Dengan demikian, kamu bisa menjadi penasehat bagi sekolah dan guru dalam mendidik dan merawat anak-anak berkebutuhan khusus. Pada akhirnya, kamu juga yang berperan dalam mendesain sekolah inklusif yang diperuntukan untuk kelompok disabilitas.

 

5. Kesehatan Masyarakat

pexels-pavel-danilyuk-5998443.jpg

Ilustrasi: www.pexels.com

 

Kesehatan masyarakat sendiri secara sederhana dapat dianggap sebagai gabungan dari ilmu medis dan ilmu sosial. Di mana kamu berkesempatan untuk mempelajari kondisi kesehatan suatu masyarakat, tetapi juga faktor-faktor sosial dari adanya suatu penyakit tertentu muncul. Misalnya, pada pandemi COVID-19 saat ini di mana peran epidemiolog sangat berperan dalam mempelajari distribusi virus dan bagaimana langkah yang bisa diambil untuk mencegahnya menyebar lebih lanjut.

 

Begitu pun dalam pekerja sosial, lulusan kesehatan masyarakat nantinya akan berperan dalam menyusun kebijakan mengenai pencegahan penyebaran penyakit dan program penyuluhan kesehatan yang efektif di masyarakat. Selain itu, lulusan ini juga berperan dalam membantu masyarakat yang memiliki penyakit parah dan kronis agar nantinya diupayakan pengobatan memadai melalui layanan sosial tertentu.

 

6. Sosiologi

individual-5131429_1920.jpg

Ilustrasi: www.pixabay.com

 

Terakhir jurusan sosiologi yang memang mempelajari interaksi dan hubungan sosial dalam masyarakat. Pada jurusan ini, kamu bakal banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di mana kamu nantinya akan sering melakukan penelitian sosial pada komunitas pedesaan atau masyarakat urban. Selain itu, kamu juga bisa meneliti tentang dampak dari kebijakan atau program tertentu dari pemerintah dan perusahaan pada masyarakat sekitar. Di sini, kamu nantinya juga berperan menyediakan data dan perspektif untuk membuat kebijakan yang dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat dan harmonis.

 

Dalam bidang pekerja sosial, ilmu dari sosiologi akan menyediakan berbagai teori dan perspektif yang berguna dalam melihat berbagai permasalahan sosial. Apalagi nantinya kamu akan mempelajari apa yang disebut sebagai "imajinasi sosiologi". Di mana dengan metode tersebut kamu bakal diajari untuk melihat fenomena sosial dengan cara yang berbeda sehingga kamu bisa melihat pola-pola tertentu di dalamnya. Lebih lanjut, metode itulah yang bakal berguna ketika kamu diminta untuk menyelesaikan masalah mengenai kelompok marjinal yang membutuhkan bantuan untuk bertahan dan berkembang.

 

 

Pekerja sosial menggunakan keterampilan dan keahlian mereka untuk mempromosikan kesehatan mental dan ilmu sosial yang baik, memperkuat hubungan, dan mengakhiri siklus generasi trauma serta penggunaan NAPZA, yang pada akhirnya menciptakan keluarga dan komunitas yang lebih sehat.

 

Tag :

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10


Rekomendasi Artikel