Fakta Jurusan Ilmu Keolahragaan Buat Kamu yang Hobi Olahraga

14 September 2021

Blog Cover

Penulis: R. Moch. Khoiruddin

 

Apa hal pertama yang kamu bayangkan ketika mendengar ilmu keolahragaan? Itu bisa atlet, pelatih atau guru olahragamu di sekolah. Hal itu tidak salah tapi tak sepenuhnya benar.

 

Ilmu olahraga pada dasarnya disiplin yang mempelajari dari hulu ke hilir dunia olahraga dari berbagai perspektif keilmuan. Lebih penting lagi, jurusan ini tidak hanya menjadikanmu sebagai guru olahraga tapi banyak profesi lain.

 

Maka dari itu, MinZen merangkum berbagai fakta menarik tentang ilmu olahraga yang sayang untuk kamu lewatkan. Terutama untuk kamu yang gemar berolahraga dan ingin menekuninya.

 

1. Jurusan Multidisiplin

football-3471371_1920.jpg

Sumber: www.pixabay.com

 

Ilmu keolahragaan adalah gabungan dari beberapa cabang ilmu yang berbeda yang berfokus pada prinsip ilmiah di balik kinerja olahraga. Tidak seperti disiplin lainnya, ilmu olahraga justru memadukan disiplin lain agar mahasiswa menerima pemahaman yang utuh mengenai dunia olahraga. Berbagai disiplin yang dimanfaatkan dalam cabang ilmu yang baru populer pada akhir abad 20 ini antara lain seperti fisiologi, biomekanik, psikologi, dan ekonomi.

 

Kamu mungkin bertanya untuk apa ilmu sebanyak itu dipelajari? Tiap disiplin yang dipilih akan menyelesaikan problem masing-masing dari sistem olahraga. Misalnya, fisiologi dan biomekanik untuk mengukur apa yang terjadi dalam tubuh seorang olahragawan, psikologi untuk menganalisis peran pikiran dalam performa atlet, ilmu gizi untuk membantu atlet mengisi bahan bakar tubuh mereka dengan benar dan manajemen bisnis dan olahraga untuk memahami sisi keuangan dan operasional industri olahraga.

 

Dengan demikian, jika nanti kamu cukup beruntung bisa mempelajari ilmu ini maka akan terdapat berbagai sudut pandang dalam memahami dan memecahkan masalah dalam industri performa olahraga. Meskipun cabang yang lintas disiplin seperti jurusan ini membuat mahasiswa kewalahan untuk belajar. Oleh karena itu, biasanya ketika telah mencapai tahap tiga perkuliahan kamu berkesempatan untuk memilih konsentrasi disiplin yang paling kamu sukai.

 

2. Sejarahnya yang Panjang

Sejarah Perpustakaan.jpg

Sumber: www.kumparan.com

 

Fakta selanjutnya ilmu olahraga itu bisa ditarik sejarahnya hingga ke abad sebelum Masehi loh. Meskipun memang cabang ilmu ini baru populer pada akhir abad 20 karena perkembangan industri performa olahraga yang makin pesat. Kok bisa sih ilmu ini ada sekuno itu? Jawabannya bisa kamu telusuri asal-usulnya dari pertandingan Olimpiade pertama pada tahun 776 SM di Olympia, Yunani Kuno. Berkat adanya Olimpiade itulah banyak orang mempelajari cara meningkatkan performa atletik dan mendapatkan keuntungan satu sama lain dalam pertandingan.

 

Tak hanya disitu, pada abad ke-2 Masehi ada seorang dokter yang juga merupakan filsuf bernama Galen yang menulis berbagai esai kesehatan mengenai nutrisi, kebugaran aerobik, hingga penguatan otot. Selanjutnya, ada program latihan progresif yang dilakukan oleh pegulat terkenal bernama Milos of Croton pada abad ke-6 masehi. Ia dilatih dengan cara menggendong anak sapi yang baru lahir di punggungnya setiap hari sampai ia dewasa. Kedua perkembangan itulah yang dianggap sebagai dasar dari penelitian lebih lanjut mengenai kesehatan dan kebugaran.

 

Meskipun demikian, ilmu olahraga sebagai disiplin baru berkembang pada abad ke-20 masehi yang mana penerapan metode ilmiah dalam olahraga banyak dilakukan oleh negara-negara bekas Uni Soviet dan Blok Timur. Ilmuwan di sana melakukan studi yang intensif mengenai penerapan fisika pada gerakan dan prinsip-prinsip fisiologi dalam pelatihan. Lalu, pada akhir 1960-an studi ini menyebar ke Amerika Serikat dan ke seluruh dunia serta diminati banyak ilmuwan lainnya.

 

3. Kuliah yang Tidak Membosankan

pexels-run-ffwpu-1571939.jpg

Sumber: www.pexels.com

 

Lalu bagaimana proses kuliah yang akan kamu jalani? Tenang, ilmu olahraga berbeda sama sekali dengan pelajaran penjasmu ketika sekolah kok. Jurusan ini dibangun dari berbagai disiplin dan diajarkan cara yang berbeda-beda pula sebab ilmu ini tidak hanya memahami teori tetapi justru lebih banyak menerapkan teori itu dalam praktik. Sehingga kamu tidak hanya akan belajar materi di kelas namun juga merasakannya langsung di lapangan.

 

Kamu mungkin berkata "bukankah itu sama dengan penjas?" Tidak. Pada jurusan itu kamu sedang tidak menjadi atlet atau berolahraga tetapi sebaliknya kamu diajarkan bagaimana meningkatkan performa olahraga orang lain. Nah untuk menjalankan peran ini kamu akan diajarkan berbagai materi menurut disiplin-disiplin tadi. Misalnya fisiologi bisa kamu manfaatkan untuk mengobat atlet atau psikologi untuk memotivasi atlet ketika bertanding.

 

Tak hanya di situ, yang lebih keren kamu juga bakal merasakan kuliah dan mengembangkan keterampilan praktik serta ilmiah di laboratorium. Hanya saja, nanti kamu perlu menyesuaikan dengan peminatan yang kamu sukai nantinya. Sebab tiap disiplin ada untuk menyelesaikan masing-masing masalah yang disesuaikan dengan peminatan. Oh ya, jika cukup beruntung kamu bisa praktek dengan calon atlet kebanggaan negara.

 

4. Peluang Kerja Bareng Atlet Terkenal

football-6105678_1920.jpg

Sumber: besoccer.com

 

Pada dasarnya ilmu olahraga memiliki proses kerja yang luas biasa yang mana bergantung pada minat mahasiswa. Namun, dengan pesatnya perkembangan industri, performa olahraga dan semakin banyak atlet elit yang populer membuat jurusan ini memiliki daya tarik tersendiri. Jika kamu memang menyukai olahraga tetapi tidak memiliki keterampilan yang cukup menjadi olahragawan maka kamu bisa menjadi pelatih mereka.

 

Dalam hal ini, kamu tidak hanya menjadi pelatih yang mengembangkan potensi mereka tetapi juga bisa menjadi pelatih fisik saja. Jika kamu memiliki klub favorit di Eropa, maka jurusan ilmu olahraga bisa menjadi jalur yang tepat. Lalu, bagaimana caranya? Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh. Namun yang pasti, kamu perlu berprestasi dalam salah satu bidang yang terkait dengan klub favoritmu. Misalkan kamu fans Manchester United kamu bisa mencoba untuk mengambil konsentrasi data analis. Kamu bisa juga bekerja untuk beberapa klub sepakbola dalam negeri seperti Persija atau Persib.

 

Hanya saja itu jalan yang panjang karena kamu perlu kuliah magister dan mengikuti beberapa pelatihan kerja. Namun, jalan termudah yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjadi jurnalis olahraga. Dengan bekal pengetahuan dan perspektif yang kamu dapat dari jurusan ilmu olahraga tentu kamu memiliki nilai lebih menjadi kandidat reporter olahraga. Dengan demikian kamu berkesempatan meliput event olahraga internasional dan jika cukup beruntung kamu bisa mewawancarai atlet idolamu.

 

5. Sering Pakai Teknologi Canggih

pexels-pixabay-159400.jpg

Sumber: Iboro.ac.uk

 

Selanjutnya jurusan ini memungkinkan kamu untuk mengembangkan atau setidaknya memakai teknologi mutakhir dalam olahraga. Contoh yang paling sederhana bisa kamu lihat saat pertandingan bulutangkis atau sepak bola khususnya saat tayangan ulang. Sekarang ini di setiap permainan terutama untuk level internasional telah dimanfaatkan teknologi garis gawang. Umumnya teknologi ini dipakai untuk melihat apakah boleh itu keluar atau masih lapangan.

 

Tak hanya itu, statistik dan analisis data pun sudah digunakan di berbagai jenis olahraga. Kamu pasti tahu saat selesai pertandingan selalu muncul statistik yang menunjukkan dinamika permainan. Nah untuk mencatat itu tentu telah digunakan teknologi yang menggunakan kamera 3D yang mendeteksi gerakan para atlet dan merekamnya menjadi data. Yang paling penting adalah dengan ilmu olahraga kamu bisa mengembangkan keterampilan untuk mengolah data tersebut.

 

Hal ini dikarenakan setiap penyelenggara turnamen pasti membutuhkan pekerja untuk menjalankan peran tersebut atau di berbagai klub olahraga profesional umumnya membutuhkan peran data analis untuk melihat potensi serta perkembangan pemain mereka. Nah, keren bukan? Ilmu olahraga juga update dengan perkembangan teknologi.

 

Berbagai fakta menarik di atas memperlihatkan bahwa ilmu olahraga tidak melulu soal menjadi guru penjas, pelatih atau atlet. Ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dan banyak pula pekerjaan yang bisa kamu capai nantinya. Apalagi buat kamu yang suka olahraga tetapi tidak cukup terampil menjadi atlet mungkin kuliah di jurusan ilmu keolahragaan alternatif yang tepat.

 

 

Tag :

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7


Rekomendasi Artikel