5 Cara Menghilangkan Kecemasan Saat Ujian

23 July 2021

Blog Cover

Penulis: R. Moch Khoiruddin

 

Kita tentu pernah merasa cemas hingga stres ketika mau mengikuti ujian. Banyak dari kita yang tidak bisa tidur dan belajar semalaman hanya untuk memastikan materi yang telah dipelajari itu sudah kita kuasai.

 

Kecemasan ujian adalah hal yang lumrah terjadi pada kalangan siswa. Apalagi ketika ujian yang diikuti menentukan nasib dan masa depan kita seperti UTBK.

 

Kecemasan saat ujian tentunya akan mengganggu kita secara fisik maupun mental. Bahkan, hal ini juga menganggu hasil ujian kita nantinya. Kalian pastinya tidak mau gagal, bukan? Nah, untuk mengatasi kondisi tersebut, berikut ini hal-hal yang perlu kalian lakukan, diantaranya:

 

 

1. Abaikan pikiran negatif

pexels-george-milton-6953573.jpg

Sumber: Pexels.com

Ketika kita menderita kecemasan, seringkali kita fokus pada memikirkan hal-hal yang buruk dan negatif. Kita mungkin berpikiran bahwa kita tidak cukup baik dalam menguasai materi atau ujian besok hari akan berakhir dengan kegagalan. Padahal, pikiran yang negatif justru memburuk kecemasan yang diderita.

 

Oleh karena itu, ketika pikiran negatif memasuki kepala kita, maka hentikan aktivitas kita dan mulailah berpikir logis. Kita mungkin saja berpikir bahwa jika kita gagal dalam ujian maka hidup kita juga berakhir. Akan tetapi, hal itu tidaklah benar dan realistis sebab masih ada kesempatan lain untuk mengikut ujian di lain hari.

 

Selain itu, kita sebaiknya mulai berpikir positif. Kita mendorong fakta positif tentang diri kita seperti "saya itu pekerja keras" dan"saya sudah berusaha dengan baik sejauh ini". Berpikir positif dapat membantu kita untuk terus termotivasi dalam ujian. Jangan lupa untuk tetap tersenyum, ya!

 

 

2. Berolahraga 

pexels-leandro-boogalu-1390403.jpg

Sumber: Pexels.com

Sebelum ujian, cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan berolahraga. Ketika stres mempengaruhi otak dengan koneksi yang berlimpah, maka seluruh tubuh kita akan merasakan dampaknya.

 

Oleh karena itu, tubuh perlu melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti jalan-jalan, bersepeda, jogging dan sebagainya untuk menyegarkan pikiran. Hal ini dikarenakan jika tubuh kita merasa lebih baik, maka pikiran kita juga merasa lebih baik.

 

Olahraga yang kita lakukan akan menghasilkan endorfin yakni, bahan kimia di otak yang akan berfungsi sebagai obat penghilang rasa sakit alami. Oleh sebab itu, Olahraga dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan mood kita.

 

Di samping itu, aktivitas fisik dapat mengalihkan pikiran kita dari ujian dan belajar, sehingga otak kita memiliki waktu untuk bersantai dan menyegarkan diri. Nah, belajar dengan sungguh-sungguh tidaklah apa, tetapi jangan lupa berolahraga, ya!

 

 

3. Tidur yang Cukup

pexels-ketut-subiyanto-4473864.jpg

Sumber: Pexels.com

Tidur yang cukup itu perlu dilakukan apalagi sehari sebelum ujian diadakan. Apabila kita menunggu sampai malam agar dapat terus belajar dapat meningkatkan kecemasan. Belum lagi, belajar semalaman bisa bikin kita terlambat berangkat ke tempat ujian.

 

Kita perlu berkomitmen untuk tidur cukup tiap malam agar otak kita dapat beristirahat dengan baik dan kita dapat mulai belajar lagi dengan pikiran yang segar. Maka dari itu, kita perlu untuk mempersiapkan jadwal belajar dan waktu tidur agar kita lebih rileks ketika mempelajari materi.

 

Selain itu, tidur yang cukup, penting bagi kita yang sedang belajar untuk ujian, agar beristirahat ketika belajar. Kadang kala, kita merasa apa yang kita pelajari itu tidak cukup dan kita cenderung menghabiskan tiap menit hanya untuk mengulai materi yang sama.

 

Kita mungkin merasa itu hal yang baik, padahal menurut studi psikologi, rata-rata otak manusia hanya bisa fokus pada satu tugas secara efektif selama sekitar 45 menit. Selain itu, penelitian dalam ilmu saraf menunjukkan bahwa berfokus pada hal yang sama terlalu lama akan mengurangi kemampuan otak untuk memprosesnya secara akurat.

 

Oleh sebab itu, kita perlu memastikan adanya jeda istirahat dalam jadwal belajar kita. Misalnya, dalam satu atau dua jam waktu belajar, kita bisa menghabiskan 15 menit untuk beristirahat atau sekadar nonton youtube. So, kurangi kebiasaan begadangnya, ya!

 

 

4. Makan makanan yang tepat dengan teratur

pexels-daria-shevtsova-704971.jpg

Sumber: Pexels.com

Saat kita menderita kecemasan, salah satu gejala yang mungkin kita alami adalah kesulitan makan untuk sehingga melewatkan jam makan. Kita bisa jadi terlalu fokus untuk mempersiapkan ujian sehingga lupa untuk memenuhi nutrisi yang tubuh kita butuhkan.

 

Perilaku tersebut berdampak buruk bagi tubuh karena otak kita akan kekurangan nutrisi. Akibatnya, kita tidak akan bisa fokus dengan baik saat belajar sehingga butuh waktu yang lama untuk memahami satu materi tertentu. Akibatnya, tubuh kita kekurangan energi sehingga kondisi tersebut malah memperburuk kecemasan yang diderita.

 

Dengan begitu, kita perlu makan secara teratur setidaknya tiga kali setiap hari untuk menjaga kekuatan tubuh. Selain itu, pilih makanan yang memasok nutrisi penting dalam memperkuat kekebalan tubuh seperti makanan rendah lemak dengan serat tinggi, makanan kaya protein, buah-buahan dan sayuran.

 

Selain itu, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis. Sebab, makanan dan minuman yang manis dapat melonjakkan gula darah yang akan membuat kita gelisah dan meningkatkan kecemasan. Jadi, biasakan untuk mengonsumsi makanan sehat, ya!

 

 

5. Bernapas sejenak

pexels-kelvin-valerio-810775.jpg

Sumber: pexels.com

Selanjutnya, ketika kecemasan datang hentikanlah aktivitas yang kita lakukan dan cobalah untuk relaksasi. Kecemasan tersebut bisa datang saat kita sedang mengerjakan ujian. Maka letakkan pensil di meja, ambil botol dan minum air lalu dengan mata tertutup mulailah bernapas sejenak.

 

Ketika melakukan ini tarik napas melalui hidung selama 4 hitungan. Kemudian coba tahan untuk tidak bernafas selama 2 hitungan, lalu hembuskan perlahan melalui mulut selama 4 hitungan. Selanjutnya kita bisa ulangi proses tersebut sampai merasa rileks. Tindakan ini membantu dalam membuat tubuh nyaman dan mampu meningkatkan aliran oksigen ke otak.

 

 

 

Nah, itu tadi poin-poin yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa kecemasan kamu saat ujian. Belajar itu memang penting untuk meningkatkan hasil pada ujian kita. Meski begitu, akan sangat percuma jika kita memiliki perasaan yang buruk seperti kecemasan. Jadi, jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan juga baik secara fisik maupun mental, ya!

 

 

 

Referensi:

adaa.org. (Tanpa Tanggal). Physical Activity Reduces Stress. Diakses pada 15 Juli 2021, dari https://adaa.org/understanding-anxiety/related-illnesses/other-related-conditions/stress/physical-activity-reduces-st

calmclinic.com. (2020, 10 Oktober). Can Hypoglycemia Promote Anxiety?. Diakses pada 15 Juli 2021, dari https://www.calmclinic.com/anxiety/causes/hypoglycemia

st-andrews.ac.uk. (Tanpa Tanggal). Coping with exam anxiety. Diakses pada 15 Juli 2021, dari https://www.st-andrews.ac.uk/students/advice/leaflets/examanxiety/#Before

stressbusting.co.uk. (2013, 24 Maret). 13 Tips on How to Deal with Exam Stress. Diakses pada 15 Juli, dari http://www.stressbusting.co.uk/how-to-deal-with-exam-stress/

studypoint.com. (Tanpa Tanggal). Test Taking Anxiety: Strategies for Coping with Test Day Nerves. Diakses pada 15 Juli 2021, dari https://www.studypoint.com/ed/test-taking-anxiety/

 

 

 

Tag :

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9


Rekomendasi Artikel